Presiden Jokowi Tinjau Bedah Rumah Apung Di Belawan

0 4

Medan, tintarakyat.com

Presiden Jokowi tinjau bedah rumah apung di Lorong VI Umum, Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, usai menghadiri puncak perayaan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke – 29 di Lapangan Merdeka, Kota Medan.

Peninjauan tersebut, langsung disambut oleh Kepala BKKBN Dr (H.C) dr Hasto Wardoyo, SP.OG (K) dan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Walikota Medan Bobby Afif Nasution, dan Wakil Walikota Medan Aulia Rachman.

Hal itu sebagaimana disampaikan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional(BKKBN) Provinsi Sumatera Utara melalui siaran pers, Minggu, (10/07/2022).

Presiden Jokowi didampingi Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono dan Mensesneg Pratiko berdialog dengan warga yang rumahnya di renovasi oleh pemerintah Kota Medan.

“Penataan kawasan, penataan rumah – rumah yang tidak layak huni, Pemerintah Pusat akan ikut membantu penataan wilayah tersebut agar jauh lebih baik lagi”, kata Jokowi.

Dimana, Presiden Jokowi memerintahkan Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono untuk memperbaiki penataan kawasan beserta sanitasinya yang meliputi air bersih dan akses jalan, agar masyarakat sekitar bisa hidup lebih sehat dan kemiskinan ekstrem dapat terselesaikan.

“Program bedah rumah ini merupakan salah satu strategi dalam upaya percepatan penurunan stunting, dalam 7 tahun ini turun menjadi 24,4 persen dan target di 2024 adalah 14 persen,” kata Jokowi.

Selain itu, ditegaskan Jokowi, pihaknya akan segera membangun tanggul di Kampung Belawan Bahagia, daerah yang merupakan wilayah langganan banjir rob setiap air laut pasang.

Dokter Hasto mengatakan, kalau rumah tidak ada septic tank, jikalau banjir rob kan fesesnya naik, ketika fesesnya naik kan bakteri e – coli di feses kan nanti ada diare, jadi habis rob diare, sakit maka bisa dipahami.

“Kalau anak – anak sakit atau diare mau tambah tinggi badan ngak jadi kalau sebentar – sebentar sakit. Jadi rumusnya kalau 2 bulan berturut-turut naik beratnya hati-hati, maka tingginya kalau dievaluasi tidak naik,” kata Dokter Hasto.

Dikatakan Dokter Hasto, lingkungan rumah yang kumuh tidak punya air bersih, tidak punya jamban, pengaruhnya berapa persen? kontribusinya 75% pengaruhnya, jadi kalau lingkungan dibiarkan kumuh, tidak punya jamban dan lainnya maka itu kontribusinya 75% jadi stunting.

Berdasarkan data dari PK21 di Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Sumatera Utara memiliki jumlah keluarga terdata sebanyak 3.657 keluarga, dengan jumlah keluarga beresiko stunting sebanyak 1.795 keluarga, serta jumlah keluarga berisiko stunting dan miskin sebanyak 1.587 keluarga.

Bedah rumah akan dilakukan di 24 rumah terpilih pada keluarga berpotensi stunting. Saat ini sudah ada 3 rumah yang sudah dibedah yang nantinya akan dijadikan rumah percontohan.

(Dilaporkan oleh Muhammad Fadhli)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!