Ekspansi Produksi, Inalum MoU dengan EGA

0 83

Jakarta, tintarakyat.com

Langkah strategis dalam ekspansi produksi aluminium, PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum(Persero) tanda tangani Memorandum of Understanding(MoU) kerjasama dengan strategis dengan Emirates Global Aluminium(EGA) – Perusahaan industri aluminium terbesar di Uni Emirat Arab (UEA).

Penandatanganan MoU tersebut dalam perhelatan Dubai Expo 2020 oleh Direktur Utama INALUM Hendi Prio Santoso dan CEO EGA Abdulnasser bin Kalban, turut dihadiri Vice Chairman EGA Saeed Mohammed Al Tayer, EGA Board member Musabbeh Al Kaabi dan Duta Besar Indonesia untuk UEA Husin Bagis.

Ekspansi produksi aluminium nantinya hingga 400 ribu ton/tahun pada tahun 2024, sekaligus mendorong hilirisasi industri aluminium yang terintegrasi dan berkelanjutan untuk Indonesia.

Direktur Utama Inalum Hendi Prio Santoso mengatakan Inalum optimis kerjasama strategis akan meningkatkan performa Perusahaan dan yakin kolaborasi ini akan memberikan pembaharuan yaitu dengan penerapan teknologi peleburan modern yang dimiliki oleh EGA di Inalum.

“Menantikan pencapaian – pencapaian besar lainnya bersama EGA dalam ekosistem industri aluminium di Indonesia, baik yang sudah ada saat ini maupun proyek – proyek baru di masa depan”,Kata Hendi, Selasa(05/04/2022).

CEO EGA Abdulnasser bin Kalban menyampaikan kesepakatan dilakukan agar semakin memperdalam kerjasama dengan Inalum, yang didasarkan pada potensi penggunaan teknologi EGA di sejumlah proyek pembangunan di Indonesia.

“Tujuan kami untuk mengembangkan posisi sebagai penyedia teknologi pilihan di industri kami, mengembangkan aliran pendapatan untuk EGA dari lisensi teknologi dan kemungkinan peluang lebih lanjut, sambil memperkuat hubungan antara kedua negara kami,”Ungkap Abdulnasser.

Salah satu poin kesepahaman disebutkan bahwa Inalum dan EGA akan melakukan feasibility study dalam hal penggunaan teknologi EGA di Smelter Inalum Kuala Tanjung Sumatera Utara dalam rangka peningkatan produksi hingga 400.000 ton per tahun.

Dimana, Perjanjian tersebut menyebutkan tentang penjajakan dalam segi investasi EGA di Inalum dalam rangka peningkatan value chain industri aluminium, untuk itu, diharapkan pula kesepahaman ini bisa mengeksplorasi potensi – potensi baru dalam sektor industri pengolahan aluminium yang belum dikembangkan di Indonesia.

Dikatakan Abdulnasser, EGA sebagai sebuah perusahaan peleburan dan pengolahan aluminium kelas dunia selama 25 tahun di UEA telah melakukan pengembangan teknologi secara mandiri dalam hal peleburan aluminium, pengembangan teknologi ini telah menjadikan EGA sebagai salah satu perusahaan peleburan dan pengolahan aluminium terbesar di dunia.

Sedangkan Inalum berkomitmen melakukan inisiatif pengembangan proyek strategis industri aluminium diantaranya Proyek Upgrading Teknologi Tungku Reduksi, Optimalisasi Smelter Aluminium Kuala Tanjung, Proyek Smelter Grade Alumina Refinery di Mempawah, dan Pembangunan Aluminium Remelt IAA. Sejalan dengan potensi besar pangsa pasar aluminium baik secara domestik dan regional.

“Inalum terus berupaya mewujudkan pengembangan klaster industri aluminium nasional. Selain itu, Perusahaan juga melakukan kolaborasi dengan PLN dalam rangka menciptakan ketersediaan energi di Sumatera Utara,”Ucap Abdulnasser. (Suf)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!