Terjadi di PTPN IV Distrik I Unit Kebun Marjandi, Panen TBS Mentah dan Status Pekerja BHL Tanpa APD

0 1.101

 

SIMALUNGUN-tintarakyat.com

Peningkatan mutu dan kwalitas terkait sumber daya manusia, khususnya tenaga pemanen tandan buah segar kelapa sawit yang juga merupakan ujung tombak pencapaian target hasil produksi terkesan tidak berlaku bagi manajemen PT (Persero) Perkebunan Nusantara Unit Kebun Marjandi tergabung di grup Distrik I Bah Jambi.

Pasalnya, di lokasi ancak panen TBS amatan jurnalis media ini, tampak aktivifas seorang pria sedang memanen TBS tanpa APD tepat di lokasi Blok K, Afdeling 2, PTPN IV Unit Kebun Marjandi, Kecamatan Panombean Panei, Kabupaten Simalungun, Selasa (06/07’/2021) sekira pukul 13.30 WIB.

Masih di lokasi, pada saat didekati jelas terlihat pria itu bekerja tanpa alat pelindung diri dan Ia memanen tandan buah segar diduga tidak standar, fraksi 0-2 alias masih mentah serta terkesan enggan menjawab beberapa hal yang dipertanyakan kepada dirinya, kecuali beberapa kata.

“Ini ancak panen Blok K, Afdeling 2,” sebutnya pelan nyaris tak terdengar dan menunjukkan sikap tak bersahabat.

Atas sikap antipati yang dipertontonkan pria itu, bahkan ketika identitasnya ditanyakan, Ia lebih memilih tetap diam dan jurnalis media ini, beralih ke tumpukan TBS dan terlihat pada pangkal buah bekas potongan tertulis angka “2” – huruf “W”, menandakan inisial identitas pemanennya.

“Angka “2?, huruf “W” tertera pada TBS itu merupakan identitas dan bila seperti ini, pada umumnya pemanen itu berstatus bukan karyawan atau buruh harian lepas, terkait upahnya akan dituliskan dalam amprah premi oknum karyawan pemanen juga,” kata pria bermarga Pasaribu yang juga aktivis sosial kontrol.

Selanjutnya, A Pasaribu menuturkan, perihal seorang pria pemanen TBS kelapa sawit dengan fraksi 0-2, saat beraktivitas tanpa APD dan dugaan masih berstatus BHL, artinya komplit penyimpangan Prinsip dan Kriteria RSPO untuk produksi minyak sawit berkelanjutan, mencakup SMK3 dan UU No. 13 Tahun 2003.

“Bagaimana caranya, apabila Manajemen Unit Kebun Marjandi ini bisa lolos verifikasi data dan mendapat Sertifikat RSPO. Tentu semua data dimanipulasi,” ungkap Pasaribu.

Terkait temuan awak media ini, Manager PTPN IV Unit Kebun Marjandi Teodora Boru Saragih melalui pesan Aplikasi Whatsapp selular dikonfirmasi soal perlakuan pemanen, menyalahi aturan Prinsip dan Kriteria RSPO yang mencakup tentang SMK3 dikatakan selalu menghimbau kepada tenaga kerja pemanen.

“Kalau APD memang selalu kita sosialisasikan di semua bagian, Pak. Kalau memang benar di lapangan masih ada yang seperti itu, kita akan langsung evaluasi orangnya, Pak,” sebut wanita bermarga Saragih, merupakan mantan Askep PTPN IV Unit Kebun Balimbingan itu.kamis (08/07/2021) sekira pukul 15:00wib

Kemudian, Manager Unit Marjandi menjelaskan terkait hasil produksi TBS kelapa sawit yang dipanen merupakan buah mentah dengan fraksinya 0-2 yang juga tidak standar RSPO, menyampaikan tanggapan dalam pesan lanjutannya. 

“Kalau buah mentah atau tidak, itu bisa kita lihat dari berondolannya pak. Kalau di tandan masih utuh, tidak ada yang memberondol, maka buah itu pasti mentah,” katanya.

Bahkan, tudingan TBS dipanen masih mentah pun ,Manager Unit Kebun Marjandi itupun terkesan membantah, bahkan Ia menjamin pemanen melakukan tugas telah sesuai yakni minimal berondolan 3. Sementara, di lokasi tak satupun ada karung goni berisi berondolan dan saat dimuat ke truck, juga tidak terlihat kemasan berisi berondolan.

“Namun, sampai saat ini kita bisa jamin, Pak. Semua buah yang kita kirim itu pasti berondol. Sesuai kriteria panen kita minimal berondol 3 dia, Pak. Jadi bisa kita lihat di tandannya, kalau sudah lepas 3 berondol di tandan, berarti sudah matang, itu buahnya, pak. Demikian, pak,” sebut Manager berkilah

Pada akhir pesannya, terkait status pemanen buruh harian lepas yang ditandai dengan inisial angka “2” dan huruf “W” pada pangkal TBS kelapa sawit hasil amatan jurnalis media ini di lokasi ancak panen, Manager Unit Kebun Marjandi terkesan enggan menanggapi, bahkan Ia mengalihkan penyampaiannya.

“Selamat sore pak. Baik pak, thanks, atas perhatiannya. Kami sudah melakukan denda terhadap pemanen yang memotong buah mentah dan memberikan teguran. Semoga ke depannya banyak perubahàn. Kalau masalah APD akan kembali kami himbau untuk tetap memakai APD,” sebut Teodora dalam pesannya.(Rio)

 

20210620_193725 (1)
20210620_200827
20210620_200858
20210620_200608
20210620_200950
20210620_193725 (1) 20210620_200827 20210620_200858 20210620_200608 20210620_200950

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!