PANTAS LAH DIAM POLRES TAPSEL DAN POLDASU, TAK BERKOMENTAR SAAT DI MINTAI KETERANGAN.

0 5.089
Paluta, Tinta Rakyat.com
 Ketua DPC.LPP-TIPIKOR RI Akhiruddin Siregar kepada Tinta Rakyat.com menuturkan ada beberapa hal yang sangat merugikan Negara, Masyarakat dan Lingkungan atas ulah para pemain ilegal ini ungkapnya. Kerugian Negara yang di akibatkan dari ulah mereka diantaranya seperti para mandor SPBU yang menyediakan BBM bersubsidi dengan bebas memberikan pengisian Jerigen ber biaya Rp 5 ribu sampai Rp10 ribu per jerigennya dan di gunakan sebagai bahan bakar alat berat yang ada pada Galian C Ilegal begitu juga dengan yang mengaku Legal di Paluta ucap Akhiruddin Siregar.
Padahal seyogyanya setiap alat berat memiliki bahan bakar sendiri berkualitas Non Subsidi (Industri) sebagai Bahan Bakar alat beratnya. namun mayoritas alat berat yang beroperasi di wilayah kabupaten Paluta di duga selalu memanfaatkan BBM Bersubsidi dari SPBU terang Akhiruddin Siregar. akibat dari ulah para SPBU yang membiarkan Oknum penyedia Jasa alat berat sering terjadi kelangkaan BBM yang seyogianya di peruntukkan bagi masyarakat dan bukan pengusaha atau kegiatan ilegal lainnya.
Hal lain yang sangat merugikan masyarakat lanjut Akhiruddin Siregar termasuk Para Pelaku Galian C ilegal dan yang mengaku Legal di kabupaten Padang Lawas Utara. Menurut pantauan saya sebagai Sosial masyarakat seluruh Pelaku Galian C yang ada di Paluta belum dapat di kategorikan Legal, karna banyak persyaratan yang tidak mereka indahkan berdasarkan peraturan yang berlaku di negeri ini. Bagaimana bisa orang yang atau pengusaha yang tidak melaksanakan kewajiban sebagai pemilik usaha yang di atur dalam undang undang dapat kita katakan Legal ucapnya.
Sampai Berita ini di rilis dan di publis pihak Polres tidak menindak lanjuti Apa yang menjadi pelanggaran di lakukan para cukong-cukong yang ada di kabupaten Padang lawas Utara, begitu pula dengan Perambahan Hutan yang marak di kabupaten Padang lawas Utara tetap aman dan nyaman tanpa ada tindakan hukum kepada mereka, kemana sebenarnya para Babin Kantibmas dari satuan kepolisian? Begitu pula dengan Babinsa dari Koramil Setempat dan juga Para Intel-intel Kodim dan Korem. Apa mereka tidak tau dengan apa yang terjadi? Namun begitu sambil meng akhiri keterangannya Akhiruddin Siregar mengatakan Kepada Tinta Rakyat.com 28 Juli 2022 apalah itu Semua, Sedang Kan OTT Yang si Lakukan Pihak Unit Tipikor Poldasu yang ada di Kabupaten Padang Lawas Utara Beku bagaikan es, cair entah bagaimana. Berulang kali di tanya Akhiruddin Siregar Kepada Bid Humas Poldasu,Penmas Poldasu melalui WatsApp namun tak kunjung di jawab. Saat di konfirmasi kepada Katim OTT melalui WatsApp Unit III Tipikor Poldasu namun beliau memblok No WatsApp Akhiruddin Siregar (red)

Tinggalkan pesanan

Alamat email anda tidak akan disiarkan.

This website uses cookies to improve your experience. We'll assume you're ok with this, but you can opt-out if you wish. Accept Read More

Do NOT follow this link or you will be banned from the site!